tempat tinggal
sebelum berangkat ke jepang, abang irwan ditawari oleh seorang kenalannya untuk menempati apartemennya selama dia bertugas ke australia. karena harga sewa yang ditawarkan cukup murah dan juga daripada pusing mencari tempat tinggal, abang irwan pun setuju.
jadilah kami tinggal di situ. namanya daiichi itakura mansion. sebuah bangunan berlantai 4 di daerah miyuki honmachi. kami tinggal di lantai 3. di sebuah unit dengan 2 kamar tidur, ruang tamu, ruang makan, dapur, dan toilet dengan ruang shower terpisah. mesin cuci diletakkan di dalam
daerahnya cukup nyaman, tidak terlalu ramai dan dekat sebuah department store yang cukup besar, meglia (foto-foto tentang meglia bisa dilihat di sini).
beberapa foto bangunan di sekitar mansion:

di foto sebelah kanan, bangunan dengan jendela yang melengkung-lengkung itu adalah gedung meglia.
stasiun kereta api yang terdekat adalah mikawan-toyota. ke stasiun toyota (pusat kota) naik kereta memakan waktu kira-kira 5 menit. tapi jalan kaki dari apartemen ke stasiun mikawa-toyota memakan waktu kira-kira 15 menit (itu dengan kecepatan berjalan saya lho ya, kalau abang irwan mungkin bisa 10 menit).
yang jadi masalah adalah dari pusat kota (stasiun toyota) menuju kantor abang irwan harus naik bis, dan bis hanya ada hingga jam 9 malam. sedangkan abang irwan sering kerja lembur, kadang pulang di atas jam 10 malam. memang sih biasanya ada rekan kerjanya yang setiap hari menjemput dan mengantar pulang. tapi kan lama-kelamaan ada rasa nggak enak juga.
kami pun memutuskan untuk pindah menempati apartemen sendiri. di jepang, jika ingin menyewa apartemen harus melalui agen (istilahnya fudosan). pihak kantor abang irwan sudah menghubungi kira-kira 10 fudosan, tapi ternyata susah sekali mencari apartemen yang cocok. banyak para pemilik apartemen yang tidak mau jika apartemennya disewa oleh orang asing (bukan orang jepang), ada yang mau tapi dengan syarat orang asingnya adalah yang mirip orang jepang alias orang cina atau korea. ada apartemen yang boleh disewa oleh orang asing, tapi setelah dilihat kondisi bangunannya memprihatinkan.
karena di toyotashi ini daerahnya bagus untuk business, harga sewa apartemen cukup mahal untuk ukuran kota kecil di jepang. juga persaingannya ketat sekali. kalau sudah ketemu apartemen yang cocok harus cepat dipastikan jadi, kalau tidak akan keduluan oleh orang lain.
akhirnya kami mendapatkan apartemen yang cocok. memang sih lebih kecil daripada apartemen di honmachi. hanya terdiri dari 1 kamar tidur, ruang makan, dan dapur. toilet dan showernya pun jadi satu. mesin cuci harus diletakkan di balkon.
tapi apartemen yang sekarang ini terletak di tengah kota. ke stasiun toyota jalan kaki hanya 2 menit. dekat ke kantor pemda (shiyakusho). di seberang ada convenience store dan di belakang ada JA sanchoku plaza, semacam pasar tempat menjual hasil pertanian lokal. jalan kaki ke sariraya, restoran indonesia yang menjual makanan halal dan juga bumbu-bumbu khas indonesia, juga nggak jauh. intinya, tidak susah mencari bahan makanan.
ke kantor abang irwan juga sebenarnya tidak terlalu jauh, masih bisa jalan kaki. tapi karena jalannya menanjak jadi setiap hari abang berangkat ke kantor naik bis, pulangnya jalan kaki karena bis sudah nggak ada. kadang-kadang ada juga rekan kerja yang berbaik hati mengantar pulang.
pemandangan dari jendela kamar :
#