transportasi
salah satu masalah bagi kami selama tinggal di sini adalah transportasi.
toyotashi dikenal sebagai kota mobil. selain karena di sini ada pabrik mobil toyota, juga karena hampir setiap orang (iya, setiap orang) punya mobil. baik mobil milik pribadi, ataupun sewa.
akibatnya di sini kadang terjadi antrian panjang di lampu merah. masalah lain adalah sulitnya mencari tempat parkir, disamping biaya parkir yang cukup mahal. setiap saya pergi ke satu tempat pelayanan umum (misalnya kantor pemda, bank, culture center) pasti saya ditanya apakah saya membawa mobil. karena kalau iya, mereka akan memberi cap bebas parkir pada tiket parkir saya.
karena tidak punya mobil pribadi (uhm .. di apartemen kami tidak ada tempat parkir), kami mengandalkan transportasi umum. tetapi transportasi umum yang ada di sini tidak banyak. kereta ada, tapi cuma 2 jalur. kalau bis jalurnya cukup banyak, tapi ongkosnya termasuk mahal. taksi? baru duduk aja tarifnya 630 yen :P
salah satu bis alternatif kesukaan saya adalah bis genkanguchi. rutenya memang gak banyak, cuma dari depan stasiun ke kantor pemda, lalu ke rumah sakit, lalu ke jusco (department store), dan berakhir di kantor pajak. ongkosnya 100 yen.
dulu sebelum saya tau kalau ada bis ini, saya ke jusco jalan kaki. jaraknya lumayan jauh dari rumah.
yang unik dari bis ini adalah dia berhenti tepat di depan pintu kantor pemda (jadi masuk ke halaman kantor pemda), dan juga berhenti di depan pintu rumah sakit (masuk ke dalam halaman rumah sakit). dan setelah saya perhatikan, setiap berhenti dan membuka pintu pasti badan bis akan menjadi lebih rendah sehingga memudahkan orang untuk naik. yup, penumpang bis tersebut kebanyakan adalah orang-orang tua yang ingin pergi ke atau pulang dari rumah sakit.
oh iya.. karena hari sabtu dan minggu kantor pemda tutup, maka bis tidak berhenti di situ.
ini penampilan bisnya, dan jadwal bis yang terpampang di depan jusco lengkap dengan tata cara naik bis:
#