korankei
sudah beberapa kali saya mendengar tentang korankei. tempat wista untuk menikmati keindahan daun-daun pohon maple yang menjadi merah. kepingin banget deh ke sana, apalagi lihat foto pak anto. masa beliau yg (dulu) tinggal di nagoya aja bisa sampe ke sana. fyi, korankei ini terletak di daerah asuke, toyotashi. dari stasiun toyotashi ada bis menuju asuke yang berhenti di korankei.
akhirnya pada hari minggu tanggal 18 november, kesampaian juga keinginan saya untuk pergi ke korankei. sebelumnya saya sudah mencari informasi tentang bis yang menuju ke sana. supaya (agak) rame, saya dan bangiru mengajak lutfi, teman kantor bangiru. salahnya juga kami tidak menjelaskan secara lengkap ke mana akan pergi. jadi lutfi cuma ngikut aja tanpa tau mau diajak ke mana. kami cuma bilang "mau pergi ke taman".
kami naik bis jam 9.40 dan tiba di korankei jam 10.20. entah kenapa jalanan menuju korankei mengingatkan saya akan jalan dari padang menuju bukitinggi. mungkin karena jalannya kecil? hanya 1 jalur. bedanya yang di sini di sisi kanan sungai, di sisi kiri rumah dan di belakang rumah sepertinya bukit.
3 km menjelang korankei, jalanan macet. rupanya banyak juga yang berkunjung ya. baik dengan mobil pribadi maupun rombongan bis. oh iya, di bis yang kita tumpangi itu hampir seluruh penumpangnya turun di korankei.
di korankei suasana cukup ramai. seperti tempat wisata di jepang pada umumnya, di jalan menuju lokasi banyak orang berjualan oleh-oleh. kebanyakan sih berjualan makanan. kami memandangi daun-daun yang berwarna merah. kalau kata bangiru (yang dulu sudah pernah berkunjung ke sini) "gak berhasil nih merahnya. biasanya kan semua pohonnya merah" mungkin karena musim gugur kali ini kurang dingin? lalu kami berjalan melewati jembatan (dalam bahasa jepang disebut "togetsukyo" alias jembatan menunggu (menikmati?) bulan), lalu melanjutkan perjalanan ke atas bukit. di atas ada semacam desa tradisional di mana kita bisa melihat kehidupan tradisional masyarakat asuke. tapi kami tidak masuk ke sana, udah kecapekan naik tangga hehehe. di atas ada shrine, dan banyak orang yang mengantri untuk berdoa di sana. jalan ke atas lagi, ada kuburan. ke atas lagi, ada ... ah, kami nggak nyampe atas lagi .. capek :P
keluar dari korankei, kami memutuskan untuk makan siang. saat itu sudah jam 12 lewat. kami menemukan restoran udon (mie), kami makan di situ. saya memilih tempura udon (mie kuah dengan ebi tempura) sementara bangiru dan lutfi memesan oyakodonburi (nasi dengan ayam dan telur di atasnya). selesai makan kira-kira jam 1 lewat.
ketika kami tiba di halte bis menuju pulang, ternyata jadwal bis ke toyotashi jam 12.43 dan bis berikutnya jam 16.43. aduh, masih (kira-kira) 4 jam lagi? memang salah kami sih, tidak mengecek jadwal pulang (yg dicek hanya jadwal pergi :D). karena tidak mungkin menunggu sekian lama karena hanya saya yang memakai jaket tebal, bangiru hanya memakai jaket kulit, dan lutfi memakai sweater tipis, sementara suhu saat itu 11 derajat, akhirnya kami putuskan untuk naik bis yang ke arah higashi-okazaki yang akan berangkat jam 13.43. meskipun perjalanan lebih jauh (dari korankei ke higashi-okazaki memakan waktu kira-kira 1 jam, lalu kami harus menyambung naik kereta ke chiryu lalu pindah kereta ke toyotashi) tetapi masih lebih baik daripada menunggu bis ke toyotashi dalam cuaca sedingin itu.
akhirnya kami naik bis (untunglah, karena lalu turun hujan :P), tertidur di bis, hingga akhirnya tiba di pemberhentian terakhir (stasiun higashi-okazaki). lalu kami sambung naik kereta ke chiryu, lalu lanjut ke toyotashi. sampai di toyotashi kira-kira jam 16 lewat. coba kalo keukeuh nunggu di korankei, masih belum datang bisnya!
pelajaran hari itu : pastikan jadwal pergi dan pulang :D
foto-foto korankei bisa diakses di sini.
#